Minggu, 27 November 2016

Ariska Pertiwi Wanita Indonesia Terpilih Jadi Miss Grand International 2016

KOMPAS.com- Ariska Pertiwi dinobatkan sebagai Miss Grand International 2016 pada bulan Oktober lalu di Las Vegas, Amerika Serikat.

Wanita yang akrab disapa Ika ini sebelumnya pernah mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia 2016, tetapi hanya mencapai posisi Runner-Up 3. Namun, kali ini dia berhasil menyabet mahkota di ajang kecantikan tingkat internasional.

Prestasi luar biasa ini juga merupakan kali pertama Indonesia memenangkan sebuah ajang kecantikan internasional.

Sebenarnya, Miss Grand International ini merupakan kontes kecantikan yang bertujuan untuk ikut serta menciptakan perdamaian dan menghentikan peperangan di dunia.
foto: kompas.com
“Ini mimpi terbesar saya untuk membawa nama Indonesia dan saya sudah ada di mimpi saya, dan harus tetap berjuang,” ujarnya dalam konferensi pers di kediaman pendiri PT Mustika Ratu Tbk, DR. BRA. Mooryati Soedibyo di Jakarta, Senin, 21 November 2016.

Dia kemudian berkata bahwa sewaktu dinobatkan sebagai Miss Grand International, Ika sempat tidak percaya menjadi pemenang dalam ajang tersebut.
Namun, akhirnya dia tersadar dan sangat bersyukur atas apa yang telah diraihnya.

Tidak hanya itu saja, dalam ajang tersebut Ika juga mendapatkan sebuah gelar The Best National Costume yang bertemakan Royal Sigokh karya perancang busana Dynand Fariz.

Dalam konferensi pers tersebut, Ika juga mengingatkan kepada Anda yang memiliki mimpi untuk tidak patah semangat mengejarnya.

“Ketika punya mimpi, jalani dengan niat yang positif, melangkah untuk segala yang kita inginkan. Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha,” ujarnya. (nsr)
(sumber: kompas.com)

Presiden Jokowi Tak Akan Evaluasi Parpol Koalisi Pendukung Pemerintah

JAKARTA, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan mengevaluasi partai politik pendukung pemerintah. Hal tersebut disampaikan Jokowi menanggapi terbelahnya parpol pendukung pemerintah dalam pilkada.

Misalnya di Pilkada DKI Jakarta, parpol pendukung pemerintahan terbagi dalam dua kelompok. PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura berkoalisi mengusung Ahok-Djarot Saiful Hidayat.
Jokowi dan Surya Paloh. (Foto: kompas.com)
Sementara PKB, PAN, dan PPP bergabung dengan Partai Demokrat yang selama ini menyatakan sebagai kekuatan penyeimbang, mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Namun Jokowi menilai perbedaan tersebut bukanlah alasan untuk mengevaluasi koalisi di tingkat pusat.

"Enggak ada (evaluasi)," kata Jokowi di teras Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 22 November 2016.

Saat meladeni pertanyaan wartawan, Jokowi didampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Keduanya baru saja sarapan di teras Istana.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah lebih dulu mengundang Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto makan siang di Istana.

Jokowi mengatakan bahwa mereka diundang dalam waktu yang tidak bersamaan. Jokowi juga sudah menghadiri acara yang digelar PKB, PAN dan PPP. Dari pertemuan itu, Jokowi memastikan bahwa semuanya tetap solid mendukung pemerintahan dan tak perlu evaluasi.

"Kita kan sudah bertemu semuanya, ada yang bertemu tertutup ada yang terbuka. Enggak ada (evaluasi)," kata Presiden Jokowi. Sebelumnya, usai makan siang dengan Jokowi pada Senin kemarin, Megawati sempat menyinggung soal PKB, PAN dan PPP yang tidak kompak dalam mengusung calon di Pilkada DKI.

Ia mengatakan, parpol pendukung pemerintahan Jokowi-Kalla seharusnya bisa memperkuat pemerintahan dengan mengusung calon yang sama dalam Pilkada.

"Pada waktu-waktu yang lalu saya sebetulnya juga sudah mengatakan kalau tadinya sudah bersatu di dalam sebuah penguatan di pemerintahan, mestinya juga di dalam Pilkada-Pilkada yang ada juga bersama," kata Megawati.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basarah mengakui bahwa hubungan koalisi parpol pendukung pemerintah sempat merenggang setelah penetapan calon di Pilkada DKI. Tanpa menjelaskan secara spesifik, Basarah menyebut ada situasi yang membuat hubungan parpol pendukung pemerintah menjadi rumit.

Harapannya, dengan konsolidasi yang dilakukan Jokowi dibantu Megawati, hubungan parpol pendukung pemerintah bisa kembali seperti semula.

"Beliau (Megawati) meminta jangan sampai pilihan koalisi yang berbeda dalam Pilkada merusak sendi hubungan dalam skala nasional. Pilkada DKI kan hanya level Provinsi, sementara koalisi yang dibangun pemerintah skala nasional. Ada kepentingan nasional yang lebih besar," ucap Basarah.
(Sumber: kompas.com)

Rabu, 16 November 2016

Bagaimana Sensasi Rasa Roti Isi Telur Dadar?

SEOUL, Bagaimaa rasa roti isi telur mata sapi atau telur dadar. Pasti penasaran karena hal ini sangat jarang ditemui apalagi di Indonesia.

Kamis, 03 November 2016

Pahami Pennyebab Meninggal Mendadak Sesaat Olahraga

Setengah darab kita suah menurut persoalan seorang olahragawan nan berlayar mendadak sehabis mengerjakan pendidikan sasana latihan jasmani. Sementara Itu, hemat ijmal terhadap olahragawan merupakan manusia nan waras afiat. Sertamerta kok mereka cakap gugur selaku mendadak?

Salah wahid pasal kepergian mendadak atas olahragawan yakni berhentinya gawai dalaman sebagai seketika. Kelahiran tertera dipicu sama sport melalui keseriusan semampai nan dilakukan berkualitas periode rentang waktu.
Ilustrasi. (foto: kompas.com)
Mantri konsultan dalaman lagi elektrofisiologis Jeremy Chow menjelaskan, terpendam sebagian segi efek nan membawa dampak seseorang larat mengalami ajal dalaman mendadak ataupun sudden cardiac death (SCD). Beserta dekat antaranya.

1. Kelainan jantung kongenital
2. Kelainan otot jantung
3. Aritmia
4. Abnormalitas arteri jantung
5. Infeksi atau inflamasi

(sumber: kompas.com)